Suara Hati Adalah Kata Yang Tertunda

Kehidupan selalunya diakumulasi oleh dua suara yang selalu berkelahi dalam diri manusia. Yaitu Suara Hatinya dan Suara nafsunya. Hati yang selalu didampingi dengan perasaan dan raut wajah. Nafsu yang selalu didampingi dengan Akal dan Lidah. Namun selalunya suara hati itu terkalahkan oleh nafsu yang tidak terfilter. Blog ini pun hadir sebagai ungkapan2 hati ketika bersuara di dalam dada, namun tak sulit untuk dikatakan dengan lidah dan acapkali dengan bait-bait syair.

Sunday, November 06, 2005

A Love Poetry Secerah Mentari

Syair Cinta Secerah Mentari

Jikalau merindu pada purnama
Hendaklah tunggu pada waktunya
Namun, andai merindu pada diriku
Ketuklah pintu hatiku yang sedang menunggu

Jikalau merayu pada sang bunga
Janganlah terus menghirup harum baunya
Manalah tau ada racun berbisa
Nanti kau susah pula mencari obatnya

Cinta memanglah indah
Jika kau mampu menjaganya

Jangan asyik melihat awan yang tinggi
Duri di bawah tidak kau peduli
Jangan terlalu memuji si buah hati
Kalau ia lari kau yang malu sendiri

Jikalau menyemai benih biar bersusah
Bila menuai pasti kau gembira
Jikalau engkau mencari kekasih
Oh ! Carilah yang berhati mulia

Ulis Can
Aligarh, 08-12-2004

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

 

Powered by Blogger